3 tahun lalu, ketika itu hujan besar..
she : ( kesal, lantas berbicara dengan
intonasi sedikit tinggi dengan muka masam ) ” ah, kamu sih yaang, lama banget di
dalam,, hujan gede banget kan, gak bisa pulang deh ! ”
he : (tersenyum) ” maaf ya sayang„ ntar kalau hujan nya reda kita langsung pulang ”
she : ( menjawab dengan nada kesal ) ” yaudahlah terserah ”
hujan pun mereda..
he :
( mengambil jas hujan dari tas nya , lantas memakaikan jas hujan itu
pada kekasih nya )
” kamu pake jas hujan dulu ya„ kamu pake yang ini, biar
aku pake yang itu aja, untung bawa 2. aku gak mau kamu sakit ”
( sambil
memakaikan jas hujan tdi lantas mengusap kepala kekasih nya )
she : ( tersenyum tersipu malu ) ” makasih yaang :)) ”
Kamu, yang berkata bahwa kamu menyayangi ku, karena ujarmu mencintai tidak selamanya akan menyayangi, tapi menyayangi akan selamanya mencintai .
Kini, sempat kupikir itu semua hanyalah ucapan kosong yang tak bermakna, karena faktanya kamu sekarang pergi dari hidupku, entah mencari jati diri entah pergi dengan wanita lain. Sementara aku sibuk beradu pendapat dengan ego ku sendiri, kau bersenang-senang .
Aku tak ingin memandang mu sebelah mata , terlebih kamu adalah orang yang pernah berjasa. Ribuan kali logika ku berkata bahwa kamu jahat, hatiku mendesak bahwa kau terlalu baik hingga tak mungkin ku lepaskan . Logika ku berkata kau tidak mencintaiku lagi, tapi hati ku berteriak bahwa kamu masih, hanya saja mungkin kamu terlalu lelah , kamu terlalu lemah untuk memperjuagkan ku .
Kamu berkata padaku bahwa kamu tak bisa memaksakan perasaan mu lagi, tapi mengapa kamu bilang masih sayang , kenapa kamu menangis saat melihat kepergian ku ?
banyak orang berkata ..
"jika kamu bisa membuat lelaki tertawa, dia menyukai mu..
namun jika kamu bisa membuat lelaki itu menangis, dia mencintai mu.."
Bodoh, apa kamu tidak sadar akan hal itu ? ataukah kamu terlalu takut untuk menyadari nya .
Tak pernah bisakah kamu mengakui hal itu? atau mungkin kamu tidak berani melakukan nya .
Kamu membuat ku bingung tak mengerti ,
Lantas sekarang apa ?
melihatmu kini , kuubah persepsi mu itu ..
mencintai akan selalu saling menyayangi, tapi menyayangi tidak akan selamanya saling mencintai .
Kini, sempat kupikir itu semua hanyalah ucapan kosong yang tak bermakna, karena faktanya kamu sekarang pergi dari hidupku, entah mencari jati diri entah pergi dengan wanita lain. Sementara aku sibuk beradu pendapat dengan ego ku sendiri, kau bersenang-senang .
Aku tak ingin memandang mu sebelah mata , terlebih kamu adalah orang yang pernah berjasa. Ribuan kali logika ku berkata bahwa kamu jahat, hatiku mendesak bahwa kau terlalu baik hingga tak mungkin ku lepaskan . Logika ku berkata kau tidak mencintaiku lagi, tapi hati ku berteriak bahwa kamu masih, hanya saja mungkin kamu terlalu lelah , kamu terlalu lemah untuk memperjuagkan ku .
Kamu berkata padaku bahwa kamu tak bisa memaksakan perasaan mu lagi, tapi mengapa kamu bilang masih sayang , kenapa kamu menangis saat melihat kepergian ku ?
banyak orang berkata ..
"jika kamu bisa membuat lelaki tertawa, dia menyukai mu..
namun jika kamu bisa membuat lelaki itu menangis, dia mencintai mu.."
Bodoh, apa kamu tidak sadar akan hal itu ? ataukah kamu terlalu takut untuk menyadari nya .
Tak pernah bisakah kamu mengakui hal itu? atau mungkin kamu tidak berani melakukan nya .
Kamu membuat ku bingung tak mengerti ,
Lantas sekarang apa ?
melihatmu kini , kuubah persepsi mu itu ..
mencintai akan selalu saling menyayangi, tapi menyayangi tidak akan selamanya saling mencintai .
No comments:
Post a Comment