Sunday, December 28, 2014

Kepergianku


“kau adalah mawar yang aku peluk
Terus kupeluk meski durimu melukai ku
Kita bersalah dalam cara yang manis
Saling memperdulikan namun harus terdiam
Kau adalah selamat tinggal yang tertunda
Aku  tahu akhir cerita ini, hanya tak mau tahu
Kita berpegang dalam cara yang muskil
Saling mengingat namun harus melupakan
Kadang bukan rasanya yang harus berhenti
Hanya saja kisah memang harus terhenti
Kita bahagia dalam cara yang menyakitkan
Saling menginginkan namun harus merelakan
(Fiersa Besari)

Patah hati yang paling berkesan, dengan ribuan duri seolah tertancap di hati, ini memang belum jadi semusim tapi merindukanmu rasanya seperti menikam kan ratusan pisau belati ke jantungku . Sempat ku katakan pada orang-orang disekitarku, mengoceh di social media , hingga mengadu pada Tuhan tentang rasa sakitku pasca kepergian mu. Sampai aku jengah dengan diriku sendiri ..
Waktu seolah terhenti disini, dimana aku telah sampai di puncak asa ku . mungkin kamu senang berlari,namun kamu tidak tau lelahnya berlari ,aku takut kamu lebih senang berlari sampai kamu lupa bahwa aku telah berhenti jauh hari.

Pepatah mengatakan bahwa ada yang datang, pasti ada yang pergi . Meninggalkan luka, meninggalkan rasa sakit yang  membekas dalam hati. Ini berlaku untuk semua orang termasuk aku . Seandainya saja kamu tau bahwa melepaskan yang hampir  tergenggam itu tidak mudah, tidak akan pernah  mudah. Perlu waktu dan butuh ribuan kali berfikir hingga aku sampai pada penghujung asa  ku, hati ini takkan lupa, takkan pernah bisa. Sama halnya seperti hujan yang pergi meninggalkan genangan, sementara di saat kamu pergi kamu meninggalkan semua  kenangan .

Namun aku percaya aku bisa melewati ini semua, hingga semua akan kembali menjadi baik-baik saja . Meski semua tak lagi sama tapi mungkin ini yang terbaik. Aku tidak pernah bisa membencimu, hanya saja aku  benci  hari-hari yang ku lewati tanpamu. Aku tidak pernah menyesal pernah menyayangimu, aku hanya menyesal karena ketika kamu memberi  separuh hatimu, aku terlalu cepat membalasmu dengan sepenuh hati ku . Ku harap jangan ada benci apalagi caci, jangan jadikan perpisahan ini  sebagai boomerang yang membuat kita saling menyakiti .

Kini aku pergi , bukan karena aku sudah lelah menanti , bukan pula karena menyerah. Tapi izikan aku untuk menyelamatkan hati ku ini, biarkan kita mencapai tujuan kita masing-masing . Kita telah dewasa, bukankah dewasa berarti sanggpup melepaskan dan bisa merelakan ? Jangan anggap ini perpisahan selamanya , karena meskipun kita berjauhan hati kita tetap bertautan . Kita masih bisa saling bertemu , dalam doa dalam alunan lagu rindu yang pernah kita dengarkan bersama .

Bagaimanapun kamu adalah yang selama ini pernah menemani hariku, yang pernah melewati suka dan duka berdua.. sekarang aku harus pergi, tapi suatu saat ingatlah pada satu hal, bahwa kita pernah berjuang bersama-sama .





No comments:

Post a Comment