Tuesday, January 20, 2015

Berharap



Dia , gadis cantik yang berpendidikan tinggi , cerdas banyak bergaul dengan sekitarnya membuatnya banyak dikagumi orang-orang , hingga para kaum adam pun senang bila bercengkrama dengannya .

Sorot mata lelaki berbeda bila melihatnya , begitupun kamu ..
Kamu memang lucu, humoris dan selalu bercanda . tidak hanya pada nya , tidak pula hanya pada ku , tapi pada orang yang lainnya . bukankah begitu ?

Menggoda , ya itu jurus andalan mu ..jurus yang sama yang sudah berhasil merebut perhatianku . apakah gadis cantik berpendidikan tinggi akan merasakan hal yang sama seperti ku ? tidak karena dia telah berdua, kamu pun juga bukan ?

Dan  ketika dia mulai sendiri .. semuanya menjadi  tak terkendali , bahkan ternyata orang berpendidikan tinggi pun bisa berubah menjadi bodoh ketika dia menemukan sebuah cinta virtual yang tak bisa di kendalikan logikanya..

Perasaan nya berubah , hatinya yang telah terbuka malah terbuka semakin lebar hingga kamu dianggap berhasil masuk ke dalamnya . dia mulai merasakan getaran yang berbeda ketika kamu berada di dekatnya , apakah itu cinta ? ataukah perasaan yang sesaat ? semakin hari semakin tak bisa dia tahan , semakin lama semakin tak bisa dia pungkiri , bahwa dia telah jatuh cinta padamu . dia mungkin tersiksa dengan perasaan nya yang begitu sangat mudah untuk jatuh cinta pada seseorang yang telah berdua .

Dan kamu ? apa kamu merasakan hal yang sama ? ataukah merasa bersalah ketika mengetahui hal yang sebenarnya ?
Dia salah mengartikan seyuman mu selama ini..
Dia salah mengartikan sikap baik mu kepadanya ..
Dia salah menanggapi perhatian mu kepadanya ..
Dia keliru telah membiarkan hatinya jatuh untuk orang yang telah berdua ..
Harusnya saat itu kamu katakan  padanya bahwa dia terlalu banyak berharap , tak mungkin bisa menggapaimu . 

Namun kontinuitas waktu berubah ketika saat itu kamu melepas kepergianku dan membiarkan dirimu dalam  sendiri , kamu membiarkan dia masuk ke dalam hatimu begitu sangat mudah ketika aku masih ingin menyelamatkan mu , aku mungkin kalah cepat .. 

Kamu mungkin sengaja memberikan dia kesempatan dalam kesempitan , atau mungkin takdir yang melakukannya .
 
Tak apa bila itu baik untuk kesembuhan hatimu , tapi apa kau pernah mengerti bahwa perasaan yang kamu rasakan bisa jadi hanya sesaat ? saat kamu tak pernah berjanji  untuk kembali , menafikkan ku lalu pergi bersama nya , tak apa .. 

Kini.. biarkan aku tak banyak berharap lagi padamu  ..