Saturday, December 27, 2014

Jalan yang terkenang

Dan akhirnya setelah perjalanan panjang, aku sampai pada titik dimana aku tak pernah bisa pergi kemanapun lagi,kau menuntunku jauh hingga berakhir pada suatu pintu gerbang dimana aku telah sampai di depannya , namun tak kau beri kunci dari pintu gerbang terakhir ini. Hatiku membentuk 3 pilihan, haruskah aku menerobos memaksa masuk atau tetap diam di depan pintu hingga suatu saat nanti pintu itu akan terbuka dengan sendirinya, atau bahkan pintu itu takkan pernah terbuka selamanya hingga aku lelah menanti dan berangan . Apa maksud dari hatimu hingga kau menuntunku ke pintu terakhir ini tapi tak kau beri kunci untuk ku coba membukanya , lalu kau pergi sementara aku disini seperti hilang arah lalu mati.

Dan tersadar bahwa akan ada banyak hal yang terjadi sementara kau tidak memberiku pilihan lain, kau hanya berniat membuatku lelah dan mati perlahan. Sekarang aku coba berdiri dan pergi dari pintu terakhir yang kau tunjukkan , berbalik arah, berjalan kembali kebelakang, menyusuri tiap jalan yang pernah kita lalui bersama, berjalan dengan dihantui bayangan mu dan membuatku seperti berjalan diatas bara api.

Sakit, pedih berjalan sendirian dengan memikul banyak kenangan yang tak semudah itu kutinggalkan. Meski tertatih, aku tetap bertahan dan terus berjalan.

Banyak ku lihat mimpi-mimpi yang masih menggantung di setiap jalan, rumah-rumah impian dimana kita akan menaruh cita dan angan kita bersama di dalamnya. Tapi semua kandas ketika kau tak bersama ku lagi.

Semakin berat kaki melangkah, dimana aku terbiasa berjalan bersamamu, menggenggam erat tangan ku dan meyakinkan ku bahwa kita takkan terpisah dan akan berjalan selamanya. Kini, hanya aku yang berjalan terpincang, terengah , namun takkan lagi kehilangan arah.

Disetiap persinggahan, dimana aku berhenti untuk membuang lelah, selalu saja terlintas dalam angan bahwa kau akan kembali, menghapus penatku dan membawaku kembali untuk berakhir bersamamu. Namun seiring berjalannya waktu, angan itu terus memudar perlahan. Karena aku telah menemukan jalan pulang, dimana aku akan menyimpan kenangan kita yang telah ku pikul sendiri, hingga aku lupa kunci untuk membukanya kembali. Disaat itulah aku harap kau bahagia bersama dengan dirinya selamanya .

No comments:

Post a Comment